Guru yang sebenar-benarnya itu seperti apa, Bung?
Mementingkan kekayaan seperti pejabat yang selalu lapar memakan hati nurani rakyatnya sendiri. Apakah itu yang kita maknai guru? guru yang sebenar-benarnya seharusnya lapar akan ilmu dan sikap. Bagaimana mungkin seorang anak akan berhasil jika ilmu yang dia miliki melenceng dari yang seharusnya. Guru yang tahu akan rusaknya negaranya, akan bertindak, karena hidup hanya sekali jangan, biarkan menunggu. Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Guru adalah dia yang menjadi tonggak lurus atau tidaknya berdiri si anak. Guru juga bahan yang akan dipergunakan anak didik untuk pedoman belajarnya. Seorang guru harus terampil dalam menyampaikan bahan ajar pada muridnya. Jika kita ingin anak itu bersikap, maka yang utama sekali yang harus dibenahi adalah gurunya. Guru yang selalu disebut pahlawan tanpa jasa. Dimana letak pahlawannya itu? jadi seorang guru keikhlasan itu sangat dibutuhkan, karenakan ikhlas adalah salah satu motivasi untuk siswa untuk mau belajar. Jika yang diharapkan hanya honor yang besar. Kenapa harus profesi guru yang diambil? Bukankah "Engak laksana embun penyejuk dalam kehausan". Untuk membuktikan kata-kata itu kita butuh guru profesional, guru yang akan membantu perkembangan si anak didik. Profesionalnya guru itu karena berhasilnya dia menumbuhkan sikap profesional yang terdapat dalam empat kompetensi guru profesional. Guru yang mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas hanya guru yang berkualitas dan punya empat kompetensi tersebut. Zaman sekarang, tepatnya saat ini guru seolah memberontak dengan ingin hidup sejahtera lalu ikut sertifikasi. Sebenarnya yang berhak dalam ikut sertifikasi itu guru yang bagaimana? Saya bertanya-tanya tentang hal itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar