Minggu, 16 November 2014
Masalah K13
Berkualitasnya generasi muda bukankah dapat memperindah suatu negara di mata dunia. Lalu untuk generasi yang kita harapkan tersebut tentu diperlukan guru yang bermutu. Pada K13 sikap si anak dibina menjadi anak yang benar-benar mencerminkan bahwa dia adalah pelajar. Namun materi yang terdapat pada buku untuk K13 membuat siswa jenuh dan mengeluh dengan tugas yang itu-itu saja. Kenapa nilai sikap itu tidak terlebih dahulu diberlakukan pada guru-guru. Karena saya lihat guru-guru banyak yang belum terampil dalam membuat RPP K13. Mungkin itu penyebab K13 belum berhasil diterapkan di sekolah-sekolah.
Guru yang sebenar-benarnya itu seperti apa, Bung?
Mementingkan kekayaan seperti pejabat yang selalu lapar memakan hati nurani rakyatnya sendiri. Apakah itu yang kita maknai guru? guru yang sebenar-benarnya seharusnya lapar akan ilmu dan sikap. Bagaimana mungkin seorang anak akan berhasil jika ilmu yang dia miliki melenceng dari yang seharusnya. Guru yang tahu akan rusaknya negaranya, akan bertindak, karena hidup hanya sekali jangan, biarkan menunggu. Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Guru adalah dia yang menjadi tonggak lurus atau tidaknya berdiri si anak. Guru juga bahan yang akan dipergunakan anak didik untuk pedoman belajarnya. Seorang guru harus terampil dalam menyampaikan bahan ajar pada muridnya. Jika kita ingin anak itu bersikap, maka yang utama sekali yang harus dibenahi adalah gurunya. Guru yang selalu disebut pahlawan tanpa jasa. Dimana letak pahlawannya itu? jadi seorang guru keikhlasan itu sangat dibutuhkan, karenakan ikhlas adalah salah satu motivasi untuk siswa untuk mau belajar. Jika yang diharapkan hanya honor yang besar. Kenapa harus profesi guru yang diambil? Bukankah "Engak laksana embun penyejuk dalam kehausan". Untuk membuktikan kata-kata itu kita butuh guru profesional, guru yang akan membantu perkembangan si anak didik. Profesionalnya guru itu karena berhasilnya dia menumbuhkan sikap profesional yang terdapat dalam empat kompetensi guru profesional. Guru yang mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas hanya guru yang berkualitas dan punya empat kompetensi tersebut. Zaman sekarang, tepatnya saat ini guru seolah memberontak dengan ingin hidup sejahtera lalu ikut sertifikasi. Sebenarnya yang berhak dalam ikut sertifikasi itu guru yang bagaimana? Saya bertanya-tanya tentang hal itu.
Mementingkan kekayaan seperti pejabat yang selalu lapar memakan hati nurani rakyatnya sendiri. Apakah itu yang kita maknai guru? guru yang sebenar-benarnya seharusnya lapar akan ilmu dan sikap. Bagaimana mungkin seorang anak akan berhasil jika ilmu yang dia miliki melenceng dari yang seharusnya. Guru yang tahu akan rusaknya negaranya, akan bertindak, karena hidup hanya sekali jangan, biarkan menunggu. Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Guru adalah dia yang menjadi tonggak lurus atau tidaknya berdiri si anak. Guru juga bahan yang akan dipergunakan anak didik untuk pedoman belajarnya. Seorang guru harus terampil dalam menyampaikan bahan ajar pada muridnya. Jika kita ingin anak itu bersikap, maka yang utama sekali yang harus dibenahi adalah gurunya. Guru yang selalu disebut pahlawan tanpa jasa. Dimana letak pahlawannya itu? jadi seorang guru keikhlasan itu sangat dibutuhkan, karenakan ikhlas adalah salah satu motivasi untuk siswa untuk mau belajar. Jika yang diharapkan hanya honor yang besar. Kenapa harus profesi guru yang diambil? Bukankah "Engak laksana embun penyejuk dalam kehausan". Untuk membuktikan kata-kata itu kita butuh guru profesional, guru yang akan membantu perkembangan si anak didik. Profesionalnya guru itu karena berhasilnya dia menumbuhkan sikap profesional yang terdapat dalam empat kompetensi guru profesional. Guru yang mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas hanya guru yang berkualitas dan punya empat kompetensi tersebut. Zaman sekarang, tepatnya saat ini guru seolah memberontak dengan ingin hidup sejahtera lalu ikut sertifikasi. Sebenarnya yang berhak dalam ikut sertifikasi itu guru yang bagaimana? Saya bertanya-tanya tentang hal itu.
Minggu, 17 Agustus 2014
RPP SMP Kurikulum 2013
Teks Eksemplum
22.11
Struktur teksnya adalah :
1. orientasi,
2. insiden,
3. interpretasi
Contoh teks eksemplum :
Orang tak dikenal
Aku punya pengalaman yang mengerikan pekan lalu.
Minggu lalu, aku pergi ke sebuah desa kecil di selatan Jawa Barat. Aku sedang menuju ke kota berikutnya. Dalam perjalanan, seorang pemuda melambai padaku. Aku menghentikan mobilku dan dia meminta untuk tumpangan. Begitu dia masuk ke mobil, aku mengucapkan selamat pagi kepadanya dalam Bahasa Jawa dan dia menjawab dalam bahasa yang sama. Tiba-tiba, ia mengambil pisau dari sakunya. Aku sangat takut. Lalu, ia meminta aku untuk memberinya uang. Aku memberinya segera. Setelah itu, dia memintaku untuk menghentikan mobil dan dia pun keluar. Aku berterima kasih kepada Tuhan kerana menyelamatkanku waktu itu.
Sekarang, aku menyadari bahwa jika kita membantu orang lain, kita harus berhati-hati. Hal yang aneh jika kita memberikan tumpangan kepada seseorang di jalan. Padahal kita tidak tahu dan belum pernah bertemu sebelumnya. Hal ini sangat berbahaya bagi kita. Mungkin, ia akan menyakiti kita atau meminta uang.
Dari kejadian itu, aku belajar untuk berhati-hati.
Langganan:
Postingan (Atom)